Sekilas Sejarah Terbentuknya Aremania
Tahun 1988 lahirlah Yayasan Arema
Fans Club (AFC) yang didirikan oleh Ir. Lucky Acub Zaenal. Yayasan ini hadir
sebagai basis kelompok suporter dari Yayasan PS Arema yang didirikan setahun
sebelumnya. Tahun pertama AFC berdiri dipimpin oleh Ir. Lucky Acub Zaenal
dengan 13 korwil (koordinator wilayah) yang ada dibawahnya. Keberadaan
AFC yang begitu formal dan eksklusif membuat kalangan suporter yang berasal
dari kelas bawah tidak mampu menjangkau organisasi tersebut. AFC sendiri pada
akhirnya belum mampu menciptakan kerukunan antar-suporter di Malang, sehingga
harus dibubarkan pada tahun 1994.
Kondisi chaos dalam kota, dimana
sering terjadi perselisihan antar-geng yang berlanjut ke dalam rtadion membuat
kota Malang menjadi sepi di kala Arema bertanding. Banyak toko-toko dan
warung-warung tutup, bahkan hingga mengunci pintu dan jendela. Beberapa
narasumber bahkan menceritakan bahwa ketika itu seorang suporter membawa batu,
pentungan, dan golok adalah hal biasa . AFC yang belum mampu menyatukan
elemen-elemen suporter yang ada di Malang akhirnya membubarkan diri. Menjelang
bubarnya AFC, beberapa suporter sepakbola Malang berkumpul dan mendiskusikan
mengenai Aremania. Beberapa nama seperti Handoko, Yuli Sumpil, Ovan Tobing, Leo
Kailola, dan Lucky Acub Zaenal yang merupakan pentolan dari beberapa kelompok
suporter PS Arema di Malang berkumpul dan mengambil keputusan bahwa Aremania
didirikan dalam sebuah organisasi non-formal (tanpa bentuk) tetapi terus
menjaga persatuan dan sportivitas. Sehingga sejak saat itu tidak ada ketua
resmi dari Aremania.
Ketiadaan ketua bukan berarti
menimbul perpecahan dalam Aremania. Kultur masyarakat Malang yang egaliter
membangun kebersamaan dalam ketiadaan struktur organisasi tersebut. Prinsip
“sama rata, sama rasa, satu jiwa” yang dimiliki oleh warga Malang menjadikan
Aremania menjadi kelompok suporter yang memiliki kekompakan dan persatuan yang
kuat. Rasa egaliter pula yang membuat Aremania kompak dan mudah dikendalikan
oleh Yuli dan Kepet, dirigen Aremania saat ini.
sumber: http://nadeilakes.blogspot.com/2010/02/sejarah-aremania-dan-bonek.html


No comments:
Post a Comment