Optimalisasi Potensi dan Peran Zakat untuk Pengembangan Ekonomi Umat.
 |
| Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, M. Sc. |
Dialog Interaktif bersama Prof. Dr. KH. Didin
Hafidhudin, M. Sc. beliau adalah ketua BAZNAS (badan amil zakat
nasional) dari Jakarta.
Dalam dialog yang berlangsung di Masjid Raden Patah (Student Center)
pada Ahad, 03/06/2012 ba'da sholat isya', beliau menyebutkan beberapa
poin, diantaranya:
1. Sektor Real:
Perdagangan yg baik, jujur dan amanah, akan membuat seorang pedagang
layak masuk surga. Di Turki proses sekularisasi yang cukup lama berakhir
dengan sangat sukses salah satu bentuknya adalah pada setiap khutbah
disana diberikan motivasi-motivasi untuk berdagang dan akhirnya 95%
perdagangan di Turki dikuasai oleh umat muslim. 9 dr 10 sahabat Nabi
Muhammad SAW yang dijanjikan masuk surga adalah para pedagang yang
memang sangat mendukung dalam berdakwah karena infaq-infaq mereka
bahkan, salah satu sahabat setiap infaq langsung 40 ekor unta,
Subhanalloh.. Sektor real, perdagangan ini sangat penting, sektor ini
harus sangat kita perhatikan serta kita tumbuh kembangkan dengan baik
selain itu perdagang sangat berpotensi untuk pengembangan ekonomi umat. "Islam merupakan agama yg selalu memberikan alternatif dan tidak akan mengharamkan sesuatu kalau tidak ada alternatifnya."
 |
| Hasil dari usaha seorang pedagang |
2. Lembaga keuangan syari'ah:
Bank Mu'amalat yang pertama kali berdiri pada 1994 adalah salah satu
bentuk lembaga keuangan syari'ah yang ada di Indonesia yang juga bekerja
sama dengan BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh. Bank ini
tidak mengenal bunga dan hanya menerapkan sistem bagi hasil yang halal
dan tidak merugikan pihak manapun. Beliau bercerita, pada suatu forum
ada 14 pendengar dan setelah selesai ternyata dari 14 pendengar tersebut
8 diantaranya adalah orang-orang yang beragama non-muslim. Lalu, beliau
menanyakan kepada seorang pendengar non-muslim "bagaimana tanggapan
anda tentang hal-hal yang telah disampaikan diforum tadi? sudah erbuka
saja sama saya..". "saya tidak pernah tahu kalau ternyata Islam
mempunyai banyak sekali filosofi-filosofi tentang asuransi, saya baru
tahu hal ini.." jawabnya. Subhanalloh Alhamdulillah, 8 orang tersebut
menyatakan masuk Islam.
Di
Bank Mu'amalat ternyata sangat membutuhkan sumber daya manusia sekitar
60.000, "hal ini harusnya diambil oleh orang-orang yang memiliki
paradigma syari'ah, karena orang-orang yang memiliki pemikiran paradigma
syari'ah akan lebih baik daripada yang tidak" terang beliau.
3. Zakat Infaq Shodaqoh:
Saat ini telah dibentuk World Zakat Forum yang diadakan rutin dan
beliau juga diundang sebagai salah satu wakil dari Indonesia. Di Brunei
Darussalam, anak-anak yatim diurus oleh pemerintah, orang-orang tua juga
diberi uang yang jumlahnya juga lebih dari cukup secara rutin. Oleh
karena itu, hampir tidak ada orang fakir atau miskin disana. Akhirnya,
zakat di berikan kepada orang-orang yang punya utang, salah satunya
orang yang punya cicilan mobil padahal, mobil-mobil yang dicicil ini
bukan merupakan mobil murah melainkan mobil-mobil berkelas tentunya, ini
tidak sesuai dengan syari'ah.
Perusahan
sebetulnya wajib untuk zakat, di Arab Saudi perusahaan telah di
wajibkan untuk berzakat. Kita sebagai umat muslim sebenarnya sangat
berpotensi bila kita menjalankan syari'ah (ekonomi langit yang
diturunkan oleh Alloh SWT). Terdapat banyak sekali cerita yang
disampaikan oleh beliau, yang ternyata baru sedikit yang ber-shodaqoh
saja sudah banyak sekali dana yang didapat yang sangat berpotensi untuk
mengembangan ekonomi umat mulai dari beasiswa bagi orang miskin sampai
pembangunan Rumah Sehat yang tanpa ada kasir didalamnya (gratis total).
Sudah terdapat 5 Rumah Sehat di indonesia yang di biayai @170jt/bulan
dan itu sangat lengkap dokter spesialis serta pelayanannya, ruang
tunggunya pun ber-ac. Dan yang diutamakan adalah orang-orang yang tidak
mampu membayar, Subhanallah. Awalnya Rumah Sehat ini adalah rumah sakit
tetapi karena rumah sakit terlalu banyak persyaratan akhirnya dirubahlah
dengan rumah sehat karena belum ada persyaratan yang terlalu rumit dan
langsung di setujui oleh Presiden dan diresmikan oleh almarhumah Menkes.
Perlu
dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang baiknya bershodaqoh. Di turki
sangat membangun semangat berinfaq, Nabi Muhammad SAW berjanji tidak
akan jatuh miskin orang yang berinfaq.
Amil
itu harus terjun tidak boleh hanya dibelakang meja, amil harus full
time mencari mustahiiq yang benar-benar lebih layak untuk diberi. Zakat
ini tidak hanya memberi tapi juga mendidik "saya coret nama calon
mustahiq yang saya datangi yang terdapat rokok di kantongnya" kata
beliau. Baznas merupakan lembaga keuangan tertransparan. SKSS (satu
keluarga satu sarjana), merupakan salah satu program beasiswa untuk
keluarga yang belum pernah ada sarjana dalam suatu keluarga.
Demikian
catatan-catatan yang dapat saya peroleh dari dialog tersebut. Silahkan
bantu saya untuk membenarkan hal-hal yang tidak atau kurang sesuai.
Thanks... (^_^)