Seperti yang kita ketahui saat ini, UN (Ujian Akhir
Nasional) merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan taraf
pendidikan bangsa. Hanya UN yang menjadi standar kelulusan, menjadi penentu
lulus tidaknya seorang murid SD, SMP maupun SMA dan sederajatnya. Sistem
kelulusan siswa adalah dengan pembagian hasil UN 60 persen ditambah ujian akhir
sekolah (UAS) 40 persen. Jadi Nilai Akhir = 60 persen UN + 40 persen UAS. Tetapi apakah benar
UN dapat berjalan sesuai tujuan?
Sering sekali dibertitakan pada saat-saat sebelum
berlangsungnya UN bahwa pemerintah sangat ketat dalam menjaga keamanan soal UN
agar tidak bocor. Terdapat tim yang dibentuk pemerintah yang sudah
diterjunkan untuk mendatangi percetakan yang mengurusi soal UN ini. Tim
memantau proses percetakan serta distribusi pengiriman ke seluruh wilayah di
Indonesia. Tidak
hanya itu, tim juga mendatangi gudang-gudang penyimpanan soal. Tim meninjau
proses pengamanan soal-soal itu. Termasuk
soal pengepakan, apakah soal mengalami kerusakan atau tidak. Bahkan, Irjen Kemendikbud
Haryono Umar pernah menjamin seluruh
proses yang ada, hingga proses pengumuman, tidak akan luput dari pemantauan
pihaknya. Ujian
nasional untuk tingkat SMA/SMK digelar serentak. Begitu juga di Bali, antisipasi kebocoran naskah UN di Bali dijaga tentara. Kepala Dinas Pendidikan
(Disdik) Provinsi Jawa Barat Prof. Wahyudin Zarkasyi pun mengaku tidak
khawatir meski soal menginap lebih lama di daerah. Sebab menurut dia, seluruh
petugas, pengawas, dan panitia pelaksana UN memiliki integritas yang tinggi. Di Kaltim, lembar
soal dan jawaban ditempatkan di ruang khusus yang terkunci dengan tiga gembok.
Kunci gembok masing-masing dipegang personil polisi yang bertugas, Pengawas
dari Unmul dan Kepala Sekolah.
![]() |
| Kunci Jawaban menyebar cepat lewat pesan singkat |
Dari tiga kasus yang paling sering ditemui tersebut yang
paling sangat patut dipertanyakan adalah darimana murid mendapatkan kunci
jawaban berbentuk sebuah kertas kecil ataupun pesan di handphone, padahal
naskah soal UN sudah dijaga sedemikian ketat. Bukan hanya itu saja, hal yang
juga sangat disayangkan adalah kepercayaan diri sebagian besar murid di
Indonesia yang benar-benar tidak ada dengan kemampuan yang dia miliki. Padahal
sistem UN sendiri sudah sangat membuka jalan yang lebar bagi murid untuk lulus
sekolah dengan sistem, Nilai Akhir = 60 persen
UN + 40 persen UAS.
Pembicaraan saya dengan beberapa teman dari berbagai
daerah di Indonesia ketika saya sedang belajar Bahasa Inggris di Pare, Kediri
pun juga membuktikan bahwa setelah saya menanyakan kepada anak Bekasi yang baru
saja lulus SMP apakah kamu mendapatkan bocoran jawaban, dia hanya tersenyum dan
menjawab “ya iyalah... pasti...”. Itu hanya satu dari beberapa anak yang saya
tanyakan, belum banyak lagi yang lain.
Saya lulus SMA pada tahun 2011, masih teringat betul di
memori saya kejadian-kejadian yang sebenarnya kurang berkenan di hati saya
tentang berlangsungnya, diantaranya:
·
Harga kunci jawaban
UN sangatlah murah dibandingkan dengan biaya sekolah di sekolah yang tidak
favorit sama sekali. Bahkan, sempat diberitakan berbagai harga kunci jawaban
yang bervarisasi, hanya dengan Rp 70.000, Rp 50.000 dan hanya Rp 10.000, karena
sebagian besar pembayarannya dilakukan dengan iuran untuk membeli kunci
jawaban. Benar-benar murah bahkan untuk seorang pengangguran.
·
Di samping itu
didukung oleh kemajuan teknologi informasi lewat handphone dan internet. Sangat
cepat menyebar semua kunci jawaban dari semua kode naskah soal A-E.
·
Pada setiap pagi
hari, sebelum murid memasuki lingkungan sekolah biasanya penjual kunci jawaban
akan bertemu dengan beberapa murid saja di tempat yang telah disepakati. Sebelum
ujian, murid dipersilahkan untuk ke kamar kecila agar tidak ada lagi yang
meninggalkan ruang ujian sebelum ujian usai, yang memang dilarang. Di saat
itulah saat yang paling mudah bagi murid-murid untuk menyalin semua jawaban
soal yang akan mereka terima pada selembar kertas kecil. Murid yang dirasa
pintar dalam mata pelajaran yang akan berlangsung akan menjadi penanda bahwa
kunci itu benar atau tidak. Jadi, setelah anak itu mengerjakan semua soal dia
akan memberi tanda bahwa jawaban yang telah mereka salin itu benar dan yang
lain akan memulai mengisi jawaban.
·
Beberapa murid yang
sebernarnya tidak terlalu pintar dalam salah satu mata pelajaran pun
mendapatkan nilai yang nyaris tidak dapat dipercaya kalau dilihat dari
nilai-nilai sekolah sebelumnya dan kondisi mereka saat dikelas.
·
Sistem Nilai
Akhir = 60 persen UN + 40 persen UAS
ini benar-benar dimanfaatkan oleh sebagian besar sekolah di Indonesia. Semua
mata pelajaran yang masuk di UN dijadikan minimal 8,0 dengan memberikan
tugas-tugas yang cukup mudah untuk dikerjakan. Dengan nilai rapot 8,0 ini
sebenarnya murid tidak perlu bersusah payah kalau hanya untuk lulus, nilai UN
3,0 pun sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar. Disinilah terlihat jelas
bahwa sebagian murid tak memiliki kepercayaan diri sama sekali dengan tetap
membeli kunci jawaban.
![]() |
| Kunci Jawaban yang sudah dicatat sebelum memasuki ruang ujian |
Memang tidak salah orang didalam sekolah ingin memberikan
yang murid inginkan tetapi apakah benar itu yang terbaik demi murid. Tapi tentu
masih tetap patut untuk dipertanyakan kebenaran sekolah yang memberikan nilai
minimal 8,0 dengan harapan menjadikan murid sebagai SDM berkualitas Indonesia.
Sangat disayangkan memang fenomena ini, disaat banyak
orang-orang yang sudah dengan hati yang besar dan jujur membantu agar UN
berjalan dengan seharusnya. Tetapi, hanya dengan beberapa pihak yang ingin
mendapatkan keinginan dengan cara tak halal pun terjadilah kebocoran kunci
jawaban UN ini. Dan yang pasti orang yang mendalangi bocornya kunci jawaban
adalah bukan orang sembarangan melainkan orang yang berpangkat tinggi kalau
dilihat dari tidak pernah ditemukannya dalang semua ini. Tidak dapat dipungkiri
bahwa di jaman teknologi informasi yang maju ini hanya dengan satu tempat saja
yang bocor misalkan, di Merauke Papua bocor bukan tidak mungkin orang yang di
Sabang mendapatkan kunci jawaban yang berasal dari Merauke. Hanya dengan satu
pesan di handphone berisikan kunci jawaban lengkap akan dapat menjadi lumbung
bisnis haram yang memang sangat menggiurkan.
Mohon maaf sebelumnya atas uneg-uneg saya
MAJULAH INDONESIA


No comments:
Post a Comment