Translate

Tuesday, June 5, 2012

Pengembangan Ekonomi Umat

Optimalisasi Potensi dan Peran Zakat untuk Pengembangan Ekonomi Umat.

 

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, M. Sc.
Dialog Interaktif bersama Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, M. Sc. beliau adalah ketua BAZNAS (badan amil zakat nasional) dari Jakarta.  Dalam dialog yang berlangsung di Masjid Raden Patah (Student Center) pada Ahad, 03/06/2012 ba'da sholat isya', beliau menyebutkan beberapa poin, diantaranya:

1. Sektor Real: Perdagangan yg baik, jujur dan amanah, akan membuat seorang pedagang layak masuk surga. Di Turki proses sekularisasi yang cukup lama berakhir dengan sangat sukses salah satu bentuknya adalah pada setiap khutbah disana diberikan motivasi-motivasi untuk berdagang dan akhirnya 95% perdagangan di Turki dikuasai oleh umat muslim. 9 dr 10 sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijanjikan masuk surga adalah para pedagang yang memang sangat mendukung dalam berdakwah karena infaq-infaq mereka bahkan, salah satu sahabat setiap infaq langsung 40 ekor unta, Subhanalloh.. Sektor real, perdagangan ini sangat penting, sektor ini harus sangat kita perhatikan serta kita tumbuh kembangkan dengan baik selain itu perdagang sangat berpotensi untuk pengembangan ekonomi umat. "Islam merupakan agama yg selalu memberikan alternatif dan tidak akan mengharamkan sesuatu kalau tidak ada alternatifnya."
Hasil dari usaha seorang pedagang

2. Lembaga keuangan syari'ah: Bank Mu'amalat yang pertama kali berdiri pada 1994 adalah salah satu bentuk lembaga keuangan syari'ah yang ada di Indonesia yang juga bekerja sama dengan BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh. Bank ini tidak mengenal bunga dan hanya menerapkan sistem bagi hasil yang halal dan tidak merugikan pihak manapun. Beliau bercerita, pada suatu forum ada 14 pendengar dan setelah selesai ternyata dari 14 pendengar tersebut 8 diantaranya adalah orang-orang yang beragama non-muslim. Lalu, beliau menanyakan kepada seorang pendengar non-muslim "bagaimana tanggapan anda tentang hal-hal yang telah disampaikan diforum tadi? sudah erbuka saja sama saya..". "saya tidak pernah tahu kalau ternyata Islam mempunyai banyak sekali filosofi-filosofi tentang asuransi, saya baru tahu hal ini.." jawabnya. Subhanalloh Alhamdulillah, 8 orang tersebut menyatakan masuk Islam.
Di Bank Mu'amalat ternyata sangat membutuhkan sumber daya manusia sekitar 60.000, "hal ini harusnya diambil oleh orang-orang yang memiliki paradigma syari'ah, karena orang-orang yang memiliki pemikiran paradigma syari'ah akan lebih baik daripada yang tidak" terang beliau.

3. Zakat Infaq Shodaqoh:  Saat ini telah dibentuk World Zakat Forum yang diadakan rutin dan beliau juga diundang sebagai salah satu wakil dari Indonesia. Di Brunei Darussalam, anak-anak yatim diurus oleh pemerintah, orang-orang tua juga diberi uang yang jumlahnya juga lebih dari cukup secara rutin. Oleh karena itu, hampir tidak ada orang fakir atau miskin disana. Akhirnya, zakat di berikan kepada orang-orang yang punya utang, salah satunya orang yang punya cicilan mobil padahal, mobil-mobil yang dicicil ini bukan merupakan mobil murah melainkan mobil-mobil berkelas tentunya, ini tidak sesuai dengan syari'ah.
Perusahan sebetulnya wajib untuk zakat, di Arab Saudi perusahaan telah di wajibkan untuk berzakat. Kita sebagai umat muslim sebenarnya sangat berpotensi bila kita menjalankan syari'ah (ekonomi langit yang diturunkan oleh Alloh SWT).  Terdapat banyak sekali cerita yang disampaikan oleh beliau, yang ternyata baru sedikit yang ber-shodaqoh saja sudah banyak sekali dana yang didapat yang sangat berpotensi untuk mengembangan ekonomi umat mulai dari beasiswa bagi orang miskin sampai pembangunan Rumah Sehat yang tanpa ada kasir didalamnya (gratis total). Sudah terdapat 5 Rumah Sehat di indonesia yang di biayai @170jt/bulan dan itu sangat lengkap dokter spesialis serta pelayanannya, ruang tunggunya pun ber-ac. Dan yang diutamakan adalah orang-orang yang tidak mampu membayar, Subhanallah. Awalnya Rumah Sehat ini adalah rumah sakit tetapi karena rumah sakit terlalu banyak persyaratan akhirnya dirubahlah dengan rumah sehat karena belum ada persyaratan yang terlalu rumit dan langsung di setujui oleh Presiden dan diresmikan oleh almarhumah Menkes.

Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang baiknya bershodaqoh. Di turki sangat membangun semangat berinfaq, Nabi Muhammad SAW berjanji tidak akan jatuh miskin orang yang berinfaq. 
Amil itu harus terjun tidak boleh hanya dibelakang meja, amil harus full time mencari mustahiiq yang benar-benar lebih layak untuk diberi. Zakat ini tidak hanya memberi tapi juga mendidik "saya coret nama calon mustahiq yang saya datangi yang terdapat rokok di kantongnya" kata beliau. Baznas merupakan lembaga keuangan tertransparan. SKSS (satu keluarga satu sarjana), merupakan salah satu program beasiswa untuk keluarga yang belum pernah ada sarjana dalam suatu keluarga.

Demikian catatan-catatan yang dapat saya peroleh dari dialog tersebut. Silahkan bantu saya untuk membenarkan hal-hal yang tidak atau kurang sesuai. Thanks... (^_^)

No comments:

Post a Comment